Pertemuan Penyusunan Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Gorontalo — Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo menyelenggarakan Pertemuan Penyusunan Kurikulum Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 2 hingga 4 Desember 2025, bertempat di ruang rapat utama jurusan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis institusi dalam memastikan kurikulum yang digunakan selaras dengan perkembangan ilmu kebidanan terkini, kebutuhan dunia kerja, serta kebijakan pendidikan vokasi kesehatan.

Pertemuan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Jurusan Kebidanan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pembaruan kurikulum untuk menjawab tantangan pelayanan kebidanan di era global. Beliau menekankan bahwa kurikulum Sarjana Terapan Kebidanan harus mencerminkan kompetensi esensial bidan profesional, mengintegrasikan teknologi kesehatan terkini, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Kegiatan penyusunan kurikulum ini melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya tim pengembang kurikulum jurusan, para dosen tetap, perwakilan lahan praktik, praktisi pelayanan kebidanan, dan mitra institusi. Selain itu, hadir pula narasumber ahli kurikulum pendidikan tinggi kesehatan yang memberikan penguatan konsep kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education), sistem pembelajaran berbasis kasus, serta strategi penilaian kompetensi berbasis praktik nyata.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta melakukan peninjauan capaian pembelajaran lulusan (CPL), penyelarasan profil lulusan, pemetaan mata kuliah, rekonstruksi struktur kurikulum, serta perumusan rencana pembelajaran semester (RPS) untuk setiap mata kuliah. Diskusi intensif dan kerja kelompok dilakukan untuk memastikan setiap komponen kurikulum memiliki keterkaitan logis, relevansi, serta memenuhi standar akreditasi nasional maupun kebutuhan profesi.

Salah satu fokus utama dalam penyusunan kurikulum ini adalah penguatan kompetensi praktik klinik, termasuk asuhan kebidanan berbasis bukti (evidence-based practice), digital healthcare dalam kebidanan, serta penguatan soft skills seperti komunikasi efektif, etika profesi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan klinis. Penyusunan kurikulum juga menitikberatkan pada integrasi pembelajaran di komunitas serta pemenuhan standar pendidikan bidan yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Di akhir kegiatan, seluruh rancangan kurikulum telah disusun dan disepakati untuk masuk ke tahap finalisasi dan uji publik sebelum ditetapkan sebagai kurikulum baru Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan. Ketua Jurusan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kolaborasi dan komitmen yang ditunjukkan selama proses berlangsung. Beliau berharap kurikulum baru ini mampu menjadi fondasi kuat dalam menghasilkan lulusan bidan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjawab tantangan dunia kerja.

Dengan selesainya kegiatan ini, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan pendidikan kebidanan yang unggul, adaptif, dan berorientasi masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *