Kegiatan Pembukaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa jurusan kebidanan di wilayah kerja Puskesmas Dungingi mengambil tema Pemberdayaan Kader Kesehatan melalui pendampingan dalam Peningkatan Pengetahuan ibu hamil dan Keluarga tentang deteksi dini faktor risiko kehamilan. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabmas ini adalah Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dan keluarga tentang penanganan ketidaknyamanan dan deteksi faktor risiko. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan. Target capaian dalam kegiatan ini adalah Peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang penanganan ketidaknyamanan dan deteksi faktor risiko meningkat mencapai 100%. Kegiatan pengabmas ini dibuka oleh Kepala Puskesmas Dungingi dan dihadiri oleh peserta sebanyak 35 orang yang terdiri dari Kader, Bidan Koordinator, Tim Dosen dan Mahasiswa.

Tema ini diangkat berdasarkan permasalahan mitra, bahwa berdasarkan Laporan KIA tahun 2020 terdapat ibu hamil risiko tinggi sebanyak 3 kasus dan kasus resti yang dirujuk sebanayak 2 kasus. Berdasarkan data KIA selang bulan Juli sampai Agustus 2021 terdapat 8 kasus ibu hamil dengan risiko tinggi yang terdapat di Kelurahan Huangobotu 2 kasus, Libua 5 kasus, Tomsel 1 kasus. Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. AKI dapat menggambarkan tingkat kesadaran perilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkat pelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibu melahirkan dan masa nifas. AKI juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan dalam tujuan pembangunan milenium ke-5 yaitu meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾ risiko jumlah kematian ibu. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan ibu hamil menjadi faktor penentu angka kematian.
Setiap ibu hamil menghadapi risiko terjadinya kematian, sehingga salah satu upaya menurunkan tingkat kematian ibu adalah meningkatkan status kesehatan ibu hamil sampai bersalin. Salah satu upaya untuk membantu ibu hamil terutama yang berisiko tinggi, maka diperlukan pendamping yang mengerti dan memahami sosial budaya masyarakat sehingga bisa memberikan informasi, bimbingan dan motivasi kepada ibu hamil dan keluarganya. Pendamping yang ditunjuk adalah kader Posyandu yang akan mendampingi ibu hamil terutama yang beresiko tinggi mulai dari awal kehamilan sampai dengan masa nifas. Kegiatan deteksi dini antenatal dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan rumah dengan dilakukan secara proaktif bagi petugas kesehatan atau petugas yang terlatih dalam masyarakat seperti PKK, Kader atau karang taruna. Hal ini merupakan langkah awal dari pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan termasuk dari salah satu upaya antisipatif untuk mencegah Angka Kematian Ibu.


